Kamis, 18 Oktober 2012

Tugas B.Indonesia

Wacana pemanfaatan bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah.

Tataran Ilmiah.
Dalam tataran ilmiah, bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah, sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti. Bahasa indonesia yang baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh semua pihak. Contoh tataran ilmiah: makalah, skripsi, tesis, disertasi, dll.

contoh:
Sebagai usaha meningkatkan pendapatan individu pada umumnya dan masyarakat daerah Wirosari pada khususnya, penduduk di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan telah berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri, yaitu dengan mendirikan industri kecil genting. Keberadaan industri kecil genting tersebut merupakan salah satu potensi yang memiliki peran yang strategis didalam memajukan roda perekonomian suatu bangsa.


Tataran Semi Ilmiah
Wacana Semi Ilmiah  adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering “dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Jenis-Jenis Wacana Semi Ilmiah : Artikel,Editorial,Opini,Feuture,Reportase.

contoh: 
Jakarta Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman menjawab soal polemik penyerahan kasus simulator SIM dari Polri ke KPK yang diisukan mandeg. Sutarman menegaskan, Polri siap menyerahkan sekarang juga kasus simulator SIM ke KPK.

"Sekarang juga Polri siap menyerahkan," tegas Sutarman saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/10/2012).

Sutarman kembali menegaskan, tidak ada syarat atau penghambat yang menyebabkan Polri menunda-nunda penyerahan kasus ke KPK. Kabar yang beredar, Polri berpatokan pada KUHAP dan KPK pada UU 30/2002.

"Tidak ada," tegas Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyampaikan Polri menegaskan komitmennya untuk mematuhi instruksi Presiden SBY menyerahkan tersangka kasus simulator dan kasus itu ke KPK.

"Polri siap menyerahkan sekarang juga ke KPK, dengan menghentikan dulu penyidikannya maupun melimpahkan penyidikan tanpa menghentikan penyidikan. Tinggal kesiapan KPK untuk menerima," tegasnya.


Tataran Non Ilmiah
adalah tulisan Bahasa Indonesia yang penulisannya tidak terikat pada ragam bahasa baku. Contoh dari penulisan non ilmiah adalah : editorial, cerpen.

contoh:
Ada 2 hari yang kubenci setiap tahun. Aku berharap tidak pernah ada hari itu setiap tahunnya. Sehingga aku tak perlu mengingat masa laluku. Masa lalu yang membuatku terpuruk. Ya… sangat terpuruk.

Dua hari itu adalah hari ulang tahunku dan hari dimana tahun baru datang. Aku benci dua hari itu. Ya… sangat membencinya.

Hari ulang tahun. Dimana setiap anak akan bahagia ketika hari ulang tahunnya tiba. Tapi tidak bagiku. Aku selalu merasa takut ketika hari itu tiba. Karena di hari itu, aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Tanpa setitikpun kasih sayang. Tanpa setitikpun pengertian.

Aku ingat saat itu. Saat aku masih kecil. Aku tak bisa ingat saat itu berapa umurku. Pagi-pagi sekali ibu sudah berkutat di dapurnya.

“Ibu, ibu sedang apa?”, tanyaku. Saat itu aku baru saja bangun tidur. Dan mendengar suara-suara di dapur.


Jumat, 12 Oktober 2012

Tugas Bahasa Indonesia

1. Jelaskan dengan contoh cara berbahasa yang baik dan benar!


Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai  dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan.
Ciri – cirri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.

2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.

3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.

4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.


Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;
(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;
(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

contoh bahasa yang baik             : saya lapar.
contoh bahasa yang kurang baik  : gue laper.

kata "gue" dan "laper" bukan bahasa baku karena tidak termasuk ke dalam EYD.

2. Contoh bahasa sebagai alat komunikasi!

Dapat berupa alat-alat yang digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
- bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam)
- adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
- suara adzan untuk tanda segera melakukan sholat
- telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
- simbol rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan
- gambar peta yang menunjukkan jalan
- melambaikan tangan berarti untuk menyampaikan salam


Sabtu, 05 Mei 2012

Tugas Tulisan Pert 2 - Pengangguran dan Jumlah lapangan kerja di Indonesia

Kita tahu bahwa jumlah lapangan pekerjaain yang ada tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Jumlah pencari kerja sebesar 7.7 juta orang, sedangkan lapangan kerja yang tersedia hanya untuk 1.6 juta orang. Berarti 6.1 juta orang terancam tetap menjadi pengangguran. berikut adalah artikel berita mengenai banyaknya pengangguran karena jumlah lapangan kerja yang tidak mencukupi.

Jakarta - Jumlah lapangan kerja yang tersedia di Indonesia belum sebanding dengan jumlah pengangguran. Sebanyak 7,7 juta pengangguran di Indonesia bersaing ketat rebutkan 1,6 juta lapangan kerja yang tersedia tahun ini.

"Yang seluruh Indonesia, lowongan 1,6 juta," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat ditemui di tengah Job Fair di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Muhaimin menegaskan, pihaknya terus melakukan pemetaan terhadap kebutuhan tenaga kerja dengan stok tenaga kerja. Berdasarkan data sementara, Muhaimin menyebutkan sebanyak 1,6 lowongan kerja di seluruh Indonesia.

Ia mengaku kualitas dan daya saing pekerja Indonesia masih sangat rendah sehingga belum bisa memenuhi peluang kerja tersebut.

"Ini ternyata yang masih njomplang artinya kompetensi yang diharapkan tidak terisi sepenuhnya sehingga butuh meningkatkan kompetensi sesuai dengan harapan," ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2011 adalah 7,7 juta orang (6,56%). Jumlah ini turun dari 8,12 juta orang (6,8%) di Februari 2011.

"Jumlah angkatan kerja di Agustus juga turun 2 juta orang menjadi 117,4 juta dari 119,4 juta di Februari 2011. Jumlah orang yang bekerja juga turun dari 111,28 juta orang menjadi 109,67 juta orang," ungkap Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Wynandin Imawan di kantornya, awal bulan ini..

Dia menjelaskan, turunnya jumlah angkatan kerja didorong oleh berkurangnya pekerja di sektor pertanian yang mempensiunkan diri akibat musim kemarau panjang di tahun ini.

"Musim kemarau panjang ada indikasi banyak orang yang tidak bekerja lagi di sektor itu (pertanian). Jadi banyak yang mempensiunkan diri karena umurnya sudah mepet-mepet," jelas Wynandin.

Sepanjang Februari 2011 sampai Agustus 2011 sektor yang mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja adalah sektor industri dan konstruksi. Sedangkan sektor pertanian jumlah tenaga kerjanya turun 3,1 juta orang karena musim kemarau tadi.

Kemudian sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi turun 500 ribu orang. Wynandin menjelaskan sektor pergudangan ini jumlah tenaga kerjanya karena banyak kuli gudang tak kerja saat libur puasa.

"Kalau komunikasi turun karena pensiun dini di Telkom. Untuk komunikasi penurunan jumlah tenaga kerja 352 ribu," tukas Wynandin. 


banyaknya pengangguran di Indonesia menjadi faktor utama meningkatnya tingkat kriminalitas yang terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah berupaya untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut agar selain tingkat kriminalitas berkurang, tingkat kemiskinan menurun, pendapatan per kapita negara pun bisa naik.

Tugas Tulisan Part 1 - Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional . Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.

  • Pembangunan sebagai suatu proses

Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.

  • Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita

Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.

  • Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang

Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.


Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008), pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, pada tahun 1998 minus 13.1 persen. Pada SBY tampil sebagai Presiden, tahun 2004, pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5.1 persen. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6,4 persen. Cadangan devisa yang semula 33.8 miliar dolar AS, pada tahun 2008 naik menjadi 69.1 persen.

Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Pada tahun 1998, angka kemiskinan mencapai 24.2 persen. Pada masa awal Presiden SBY, tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16.7 persen. Dan pada 2008 tinggal 15.4 persen dari total penduduk Indonesia.

Utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis pada masa pemerintahan SBY. Tengok saja, pada tahun 1998, utang Indonesia kepada IMF sebesar 9.1 miliar dolar AS. Pada tahun 2006, dua tahun setelah memimpin Indonesia, Presiden SBY berhasil melunasi seluruh utang kita sebesar 7.8 miliar dolar AS.



Menurut data, tahun 1998-2008 merupakan 10 tahun yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tak cuma itu, cadangan devisa bertambah dan utang pun sudah berkurang dati tahun-tahun sebelumnya. 



Tugas Softskill Part 3 - Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
1.Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Rumus:
Y = R + W + I + P
Ket :

Y = pendapatan nasional

R= rent = sewa

W = wage = upah/gaji

I = interest = bunga modal
P = profit = laba

2.Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

Rumus:
Y = (P.Q)1 + (P.Q)2 +.....(P.Q)n
Ket:

Y = Pendapatan Nasional

P = harga
Q = kuantitas

3. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X-M)

Rumus:
Y = C + I + G + (X - M)
Ket :

Y = Pendapatan Nasional

C = konsumsi masyarakat

I = investasi

G = pengeluaran pemerintah

X = ekspor
M = impor

Tugas Softskill Part 2 - Permintaan dan Penawaran

PERMINTAAN

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu.

Hukum Permintaan adalah "hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut berbanding terbalik yaitu ketika harga barang meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta aka menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka permintaan meningkat"

Faktor-faktor yang mempegaruhi permintaan ada 5 yaitu:
1. harga barang
2. pendapatan konsumen
3. harga barang lain baik bersifat substitusi maupun komplementer terhadap barang tersebut
4. selera konsumen
5. ekspetasi atau perkiraan.

Jika digambarkan dalam kurva permintaan :


















Makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit permintaan akan barang tersebut, begitu pula sebaliknya.




PENAWARAN

Penawaran adalah  jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada penawaran.  pada berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu.

Hukum penawaran adalah "Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, mAkin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan."

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga sumber produksi.
3. Tingkat produksi.
4. Ekspektasi/perkiraan.

Jika digambarkan dalam kurva penawaran :

















Makin tinggi harga suatu barang, makin banyak barang tersebut akan ditawarkan, begitu pula sebaliknya.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan  



KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Setiap transaksi jual beli pasti ada hukum permintaan dan hukum penawaran yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dimana konsumen sebagai pihak meminta dan penjual sebagai pihak menawar. Maksudnya adalah konsumen sebagai pihak yang ingin meminta (membeli) barang kepada penjual sedangkan penjual sebagai pihak yang ingin menawarkan barangnya kepada konsumen.

"Sebagai konsumen tentu ingin membeli barang dengan harga semurah-murahnya, sedangkan sebagai penjual tentu ingin menjual barang dengan harga setinggi-tingginya." Jika melihat dari argumen tersebut bisa disimpulkan bahwa hukum permintaan dan penawaran tidak akan menemui penyelesaian alias deadlock. 

Agar hukum permintaan dan penawaran dapat berjalan dengan baik, maka dibuatlah harga keseimbangan, dimana sebagai penetapan harga patokan dalam menilai harga suatu barang. Harga keseimbangan sering disebut sebagai harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh rumusan dari proses tawar menawar antara konsumen dengan penjual. 

Contoh penerapan hukum permintaan dan penawaran yang terjadi:
1. Masyarakat dengan tingkat ekonomi yang rendah, mempunyai kecenderungan untuk mencari barang dengan harga yang lebih murah, oleh karena itu mereka lebih memilih membeli barang di pasar tradisional daripada di pusat perbelanjaan (Hukum permintaan)
2. Tingkat kemampuan daya beli di kota lebih tinggi daripada di desa sehingga penjual bisa menjual barang dengan harga yang lebih tinggi daripada penjual di desa. (Hukum pernawaran)
3. Toko "B" lebih banyak pembeli daripada toko "C" karena berani menjual dibawah harga pasar dengan produk jual yang sama. (Hukum permintaan)
4. Toko "Z" berani menjual produknya diatas harga pasar karena produk tersebut sedang digemari oleh masyarakat saat ini. (Hukum penawaran) 


Kurva keseimbangan adalah sebagai berikut:





















Harga dari suatu produk (P), ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan: D). Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan permintaan, dari D1 ke D2, seiring dengan peningkatan harga dan kuantitas (Q) produk yang terjual.




 






Selasa, 20 Maret 2012

Tugas Softskill Part 1 - Ilmu Ekonomi

Kepada dosen softskill, mohon maklum kalau tampilan blognya polos seperti ini :)

diketahui:
saya adalah seorang mahasiswa sederhana dari perguruan tinggi swasta di suatu kota di Indonesia yang tiba-tiba mendapat tugas dari seorang dosen softskill.

ditanya:
1. Apa yang saudara ketahui tentang ilmu ekonomi?
2. Masalah pokok ekonomi ada 3 yaitu what, how, dan for whom. Jelaskan apa
maksud atau pengertiannya!
3. Apa nama sistem ekonomi di Indonesia? Dan landasannya apa?

jawabku: #mikir
1. kalau yang saya tahu sih, ilmu ekonomi itu ilmu yang dipakai dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi itu terdiri dari produksi (membuat barang/jasa), konsumsi (memakai barang/jasa), distribusi (pengedar), dan transaksi (proses pertukaran barang/jasa). lalu ada juga ilmu akuntansi yaitu ilmu yang mempelajari tentang segala pencatatan/pembukuan segala transaksi yang berlangsung selama kegiatan ekonomi, serta ilmu managemen yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengorganisasian atau penyusunan suatu kegiatan ekonomi agar dapat menghasilkan suatu standar efisiensi tertentu di dalam suatu kegiatan ekonomi. Menurut saya, kedua ilmu tersebut sangat bersinergi dengan ilmu ekonomi.
note: jawaban diatas murni dari hasil pemikiran seorang mahasiswa sederhana dari perguruan tinggi swasta di suatu kota di Indonesia yang tiba-tiba mendapat tugas dari seorang dosen softskill alias saya. Boleh dicek di blog/website sebelah. Mohon maaf jika ada kekeliruan/kesalahan yang fatal dari jawaban saya tersebut.

Berikut penjelasan tentang ilmu ekonomi yang berhasil saya copas dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi
"Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity). Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja, seperti Adam Smith yang dikenal sebagai dari ilmu ekonomi."

2.What (inggris) = apa (Indonesia).
Masalah what ini menyangkut tentang apa dan berapa, seperti apa saja barang yang harus diproduksi yang sesuai dengan selera pasar pada saat ini, berapa jumlah yang harus diproduksi sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, jasa apa yang paling cocok untuk selera pasar pada saat ini, dan lain-lain. Semua itu harus dipikirkan sebelum memulai proses ekonomi karena mempengaruhi tingkat laba/rugi suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan.

How (inggris) = bagaimana (indonesia)
Masalah how ini menyangkut tentang bagaimana proses pembuatan barang/jasa tersebut. How ini tergantung dari what yang dipilih/ditentukan. Masalah how itu mencakup tentang bagaimana cara membuatnya, bagaimana cara memproduksinya, bagaimana mendapatkan bahannya, bagaimana cara memilih karyawan/pekerjanya, bagaimana cara melatihnya, bagaimana mendapatkan teknologi yang cocok dengan barang yang ingin dihasilkan, dan bagaimana-bagaimana lainnya. Biasanya masalah how ini yang akan mempengaruhi harga.

For whom (inggris) = untuk siapa (indonesia)
Masalah for whom ini menyangkut tentang untuk siapa barang tersebut diproduksi atau dengan kata lain target pasar apa yang ingin dituju. Jika salah memilih target pasar maka perputaran ekonomi akan terhambat.

berikut saya akan mencoba memberikan contoh situasi yang berkaitan dengan ketiga masalah ekonomi tersebut menurut pandangan saya pribadi.
1. Belakangan ini di Indonesia, pengaruh musik dari boyband/girlband korea sangat luas sekali, baik lelaki, pria, anak kecil, remaja, bahkan, orang dewasa pun sudah terkena pengaruhnya. Dari situasi tersebut jika saya mempunyai modal yang cukup, maka saya akan memulai usaha yang berkaitan dengan boyband/girlband korea tersebut seperti membuat 1 set HTBS(Hat, Top, Bottom, Shoes) bergambar boyband/girlband yang sedang booming di Indonesia. Karena masih baru merintis maka saya putuskan untuk menjadikan rumah sebagai tempat produksinya, dan merekrut teman dengan bakat desain dan menjahit sebagai rekan patner saya dengan target 1 hari 3 set HTBS dengan desain yang berbeda. Target pasarnya tentu para pengemar fanatik boyband/girlband korea khususnya anak-anak muda.
2. Saya adalah seorang mahasiswa kelas xxx. Saya ingin memulai usaha yang mudah dan modal yang tidak terlalu besar. Keuntungan bukan yang utama, yang terpenting tidak menyita banyak waktu. Kebetulan di kelas xxx, semua mahasiswa mempunyai handphone. Dari situasi tersebut maka usaha yang cocok buat saya adalah usaha pulsa. Saya hanya mencari agen pulsa, lalu mendaftar dan registrasi, lalu menyerahkan modal saya dan pada saat itu juga usaha sudah bisa di jalankan. Target pasar tentu semua mahasiswa kelas xxx.
note: jawaban diatas murni hasil pemikiran saya pribadi. Maaf jika ada kesalahan dalam memberi penjelasan.

Berikut penjelasan tentang 3 masalah-masalah pokok ekonomi yang berhasil saya copas dari http://oziekonomi.wordpress.com/materi/materi-kelas-x/masalah-pokok-ekonomi/
"Masalah Pokok Ekonomi
Masalah Pokok Ekonomi

Pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.
- Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
- Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
- Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.

Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.
- Apa dan Berapa (What).
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
- Bagaimana (How)
Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?
- Untuk siapa.
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati?"

3.Dari yang saya baca, Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila, dimana menggunakan kelima sila pancasila sebagai landasannya. Sistem ekonomi pancasila diciptakan karena menganggap sistem ekonomi yang sudah ada tidak cocok dengan keadaan ekonomi di Indonesia pada saat itu sehingga dibuat lah sistem ekonomi baru yang dinamakan sistem ekonomi pancasila.
untuk lebih jelasnya, silahkan copas link samping ini http://www.ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/sembul04_1.htm (karena sangat panjang maka tidak saya tampilkan di blog ini)

Ya sekian dari saya, semoga dosen terkesan dan kagum dengan hasilnya. Maaf jika dosen bingung, yang penting saya sudah mencoba. Bertemu lagi di tugas berikutnya.
Sampai Jumpa :)