Flash adalah adalah salah satu software yang merupakan produk unggulan
pembuat animasi gambar vektor yang sangat diminati saat ini. Berkas yang
dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension *.swf dan
dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Flash Player. Flash
menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript.
Flash lahir
dari kepala seseorang bernama Jonathan Gay. Jon yang geek gemar menulis
game dan membuat animasi di komputer. Ia menciptakan game Mac Airborne!
tahun 1985, ketika ia masih duduk di bangku sekolah.
Tahun
1993 ia mendirikan FutureWave Software dengan produk pertama
SmartSketch. Inilah cikal bakal Macromedia Flash. Tahun 1995 SmartSketch
berganti nama menjadi CelAnimator. Menjelang akhir 1995, FutureWave
sempat mengalami masalah finansial dan mencari pembeli. Tiga calon yang
ketika itu didekatinya adalah John Warnock dari Apple, lalu juga Adobe
dan Fractal Designs.
Juli 1996 CelAnimator berubah nama kembali
menjadi FutureSplash Animator. Produk ini menimbulkan minat di kalangan
industri. Tak kurang dari Microsoft yang menggunakan dan amat
menyukainya. Disney juga sama. Ketika itu MSN ingin dibuat mengikuti
model televisi, dan animasi-animasi full screen dibuat dengan
FutureSplash.
Desember 1996, Macromedia yang sedang membujuk
Disney agar memakai Shockwave—plugin browser untuk produk animatornya
bernama Director—mendekati Jon. Akhirnya terjadilah deal dan
FutureSplash Animator berubah nama menjadi Flash 1.0.
Ada
desas-desus bahwa jika Macromedia membeli FutureWave, maka Microsoft
akan mencaplok Macromedia. Ternyata dugaan tersebut tidak benar, karena
Microsoft kemudian mengubah haluan dan menjadikan MSN lebih berbasis
teks ketimbang televisi.
Selanjutnya Flash 2 dirilis pertengahan 1997
dan mendapatkan pujian di mana-mana. Flash 3 dan Generator menyusul
April 1998. Karena tekanan Adobe yang mempromosikan format SVG—
Macromedia mengumumkan membuka format file *.swf bagi publik.
Flash
4 dan 5 menyusul 1999 dan Juli 2000. Sementara itu semakin banyak
software lain yang mendukung memainkan dan menghasilkan .swf, antara
lain QuickTime dan CorelDRAW. Versi 5 menambahkan integrasi dengan XML,
Generator, dan ActionScript. Penetrasi browser terus meningkat hingga
kini mencapai 96%. Player Flash telah tersedia untuk berbagai platform:
Windows, Mac, Unix, BeOS, hingga OS/2 dan PocketPC.
Jonathan Gay kini bekerja sebagai developer untuk Macromedia.
Adobe
Flash (dahulu bernama Macromedia Flash dikarenakan Macromedia yang
merupakan produsen pembuat flash profesional kini telah merjer dengan
adobe corp, perubahan terjadi pada macromedia flash series 9 menjadi
Adobe Flah CS3 pada April 16, 2007 ) merupakan tools yang dikembangkan
untuk membuat berbagai aplikasi berbasis internet. Pada awalnya, Flash
yang dilengkapi bahasa pemrograman ActionScript digunakan oleh developer
web untuk mendesain web menjadi lebih interaktif dengan berbagai macam
animasi. Namun, kemudian Flash banyak digunakan untuk membuat aplikasi
multimedia interaktif. Seperti iklan banner, intro film, CD interactive,
hingga pembuatan dan animasi.
Sebelum tahun 2005, Flash dirilis
oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah
Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi
terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama
'Macromedia' adalah adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember
2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya,
sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.
Riwayat produk sampai awal 2010:
• FutureSplash Animator (10 April 1996)
• Flash 1 (Desember 1996)
• Flash 2 (Juni 1997)
• Flash 3 (31 Mei 1998)
• Flash 4 (15 Juni 1999)
• Flash 5 (24 Agustus 2000) - ActionScript 1.0
• Flash MX (versi 6) (15 Maret 2002)
• Flash MX 2004 (versi 7) (9 September 2003) - ActionScript 2.0
• Flash MX Professional 2004 (versi 7) (9 September 2003)
• Flash Basic 8 (13 September 2005)
• Flash Professional 8 (13 September 2005)
• Flash CS3 Professional (sebagai versi 9,16 April 2007) - ActionScript 3.0
• Flash CS4 Professional (sebagai versi 10, 15 Oktober 2008)
• Adobe Flash CS5 Professional (as version 11, to be released in spring of 2010, codenamed “Viper)
Untuk info tambahan, animasi-animasi flash yang ada di blog saya ini
adalah produk yang saya buat memakai Flash Macromedia 8. Dan masih
mencari-cari produk flash terbarunya..., kali saja ada yang kasih
gratis! he,he,he,...
.::.
Apa itu Flash Video (FLV)Flash
Video adalah format file yang digunakan untuk mengirimkan video atau
film melalui Internet menggunakan Flash Player, sekarang Adobe Flash
Player yang awalnya diproduksi oleh Macromedia versi 6-10. Konten video
flash juga tertanam di dalam file SWF.
Ada dua format file video yang
berbeda didefinisikan oleh Adobe Systems dan didukung dalam Adobe Flash
Player: FLV dan F4V. Audio dan video FLV data dalam encoded dalam cara
yang sama ketika mereka berada dalam file SWF. Yang terakhir format file
F4V didasarkan pada basis ISO format file media dan didukung dimulai
dengan Flash Player 9 Update 3. [1] [2]
FLV semakin cepat
memantapkan dirinya sebagai pilihan format video web yang terkemuka
pengguna Flash Video format termasuk YouTube, Google Video, Yahoo!
Video, youtube, Reuters.com, dan banyak penyedia layanan berita lainnya
terutama web tv. Standar dokumentasi untuk BBC Online deprecates
penggunaan format lain yang sebelumnya digunakan pada situs [3] seperti
RealVideo atau WMV.
Walaupun Flash Video Player merupakan Open
Source alias gratis, sebagian besar format kompresi yang digunakan telah
dipatenkan. Flash Video FLV file biasanya berisi materi encoded dengan
mengikuti code Sorenson Spark atau VP6 format kompresi video. Terbaru
rilis publik Flash Player juga mendukung H.264 video dan audio HE-AAC.
.::.
Program Pihak Ketiga Support Flash
Semakin
populernya penggunaan software Flash ini membuat banyak Program pihak
ketiga yang mensuport flash dengan membuat program pembuat animasi yang
menghasilkan file yang berekstensi SWF. Jika pada Flash sourse filenya
berupa FLA maka program pihak ketiga bukan FLA.
Cukup banyak
program pihak ketiga misalnya shotink yang mengeluarkan Shotink Easy,
Shotink Quicker, Sothink SWF Decompiler bahkan software ini bisa
mengkompilasi file SWF ke FLA. Program pihak ketiga lain yang gak kalah
menariknya seperti Swift dan Swish bahkan Coral sekalipun dapat
menghasilkan file import ke SWF.
Jumat, 26 April 2013
Karangan
Definisi karangan!
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah
1. Narasi
2. Deskripsi
3. Eksposisi
4. Argumentasi
5. Persuasi
Macam-macam karangan, ciri-ciri dan contoh!
1. Narasi
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
Ciri-ciri narasi:
Menurut Keraf (2000:136)
Contoh narasi adalah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, dan autobiografi.
2. Deskripsi
berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
3. Eksposisi
ciri-ciri karangan eksposisi, antara lain adalah :
4. Argumentasi
karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembbaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
Ciri-ciri Argumentasi:
- Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.- Pembuktian dilengkapi dengandata, fakta, grafik, tabel, dan gambar. - Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
Contoh argumentasi adalah tulisan ilmiah.
5. Persuasi
karangan yang bertujuan untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti atau contoh konkrit.
Ciri-ciri persuasi:
a. Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
b. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
c. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan atara penulis dan pembaca.
d. Persuasi memerlukan fakta dan data.
Contoh persuasi adalah pidato, iklan, selebaran.
Definisi, ciri-ciri serta contoh karangan ilmiah dan non ilmiah
1. Karangan Ilmiah
salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya.
Ciri-ciri karangan ilmiah :
a. Menyajikan fakta objektif secara sistematis.
b. Pernyataannya cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan.
c. Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi.
d. Penyusunannya dilaksanankan secara sistematis, konseptual dan procedural.
Contoh karangan ilmiah :
a. Populer : karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Contoh :artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku.
b. Tesis : karangan ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis.
c. Skripsi : karangan ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis terhadap pendapat orang lain.
d. Disertasi : karangan ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil bar yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif.
2. Karangan non ilmiah
karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subjektif, tidak mengandung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau tidak terlalu formal.
Ciri-ciri karangan non ilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi.
b. fakta yang disimpulkan ubjektif.
c. gaya bahasa konotatif dan populer.
d. tidak memuat hipotesis.
e. penyajian dibarengi dengan sejarah.
f. bersifat imajinatif.
Contoh karangan non ilmiah adalah
a. Cerpen : suatuprosa naratif fiktif.
b. Novel : prosa yang mengungkapkan cerita kehidupan seseorang dengan orang lain disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat.
c. Artikel : karangan yang bersifat fakta dan secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui koran, majalah, buku, dan sebagainya.
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah
1. Narasi
2. Deskripsi
3. Eksposisi
4. Argumentasi
5. Persuasi
Macam-macam karangan, ciri-ciri dan contoh!
1. Narasi
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
Ciri-ciri narasi:
Menurut Keraf (2000:136)
- Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
- Dirangkai dalam urutan waktu.
- Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
- Ada konfiks.
- Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
- Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
- Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
- Memiliki nilai estetika.
- Menekankan susunan secara kronologis.
Contoh narasi adalah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, dan autobiografi.
2. Deskripsi
berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
- menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
- penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera,
- membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
3. Eksposisi
Eksposisi
merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu
sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat
ilmiah/nonfiksi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil
pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Paragraf Eksposisi tidak selalu terbagi
atas bagian-bagian yang disebut pembukaan, pengembangan, dan penutup.
Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak
dicapai.
ciri-ciri karangan eksposisi, antara lain adalah :
- berusaha menjelaskan tentang sesuatu
- gaya tulisan bersifat informatif
- fakta dipakai sebagai alat kontribusi
- fakta dipakai sebagai alat konkritasi
4. Argumentasi
karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembbaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
Ciri-ciri Argumentasi:
- Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.- Pembuktian dilengkapi dengandata, fakta, grafik, tabel, dan gambar. - Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
Contoh argumentasi adalah tulisan ilmiah.
5. Persuasi
karangan yang bertujuan untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti atau contoh konkrit.
Ciri-ciri persuasi:
a. Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
b. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
c. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan atara penulis dan pembaca.
d. Persuasi memerlukan fakta dan data.
Contoh persuasi adalah pidato, iklan, selebaran.
Definisi, ciri-ciri serta contoh karangan ilmiah dan non ilmiah
1. Karangan Ilmiah
salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya.
Ciri-ciri karangan ilmiah :
a. Menyajikan fakta objektif secara sistematis.
b. Pernyataannya cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan.
c. Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi.
d. Penyusunannya dilaksanankan secara sistematis, konseptual dan procedural.
Contoh karangan ilmiah :
a. Populer : karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Contoh :artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku.
b. Tesis : karangan ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis.
c. Skripsi : karangan ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis terhadap pendapat orang lain.
d. Disertasi : karangan ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil bar yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif.
2. Karangan non ilmiah
karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subjektif, tidak mengandung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau tidak terlalu formal.
Ciri-ciri karangan non ilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi.
b. fakta yang disimpulkan ubjektif.
c. gaya bahasa konotatif dan populer.
d. tidak memuat hipotesis.
e. penyajian dibarengi dengan sejarah.
f. bersifat imajinatif.
Contoh karangan non ilmiah adalah
a. Cerpen : suatuprosa naratif fiktif.
b. Novel : prosa yang mengungkapkan cerita kehidupan seseorang dengan orang lain disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat.
c. Artikel : karangan yang bersifat fakta dan secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui koran, majalah, buku, dan sebagainya.
Jumat, 29 Maret 2013
Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif
Sedangkan menurut Gorys Keraf dalam bukunya yang berjudul “Argumentasi dan Narasi”, penalaran deduktif adalah suatu proses berpikir (penalaran yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk kesimpulan).
Penarikan kesimpulan
secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penarikan
secara langsung ditarik dari satu premis. Proses penalaran deduktif dapat
digambarkan sebagai berikut:
a. Silogisme kategorial
Silogisme
yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis
umum: Premis Mayor (My)
Premis
khusus: Premis Minor (Mn)
Premis
simpulan: Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat
subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan
disebut term minor.
Aturan umum dalam silogisme
kategorial sebagai berikut:
1.
Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu :
term mayor, term minor, term penengah.
2.
Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu
premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3.
Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan
simpulan.
4.
Bila salah satu premisnya negatif, simpulan
pasti negatif.
5.
Dari premis yang positif, akan dihasilkan
simpulan yang positif.
6.
Dari dua premis yang khusus tidak dapat
ditarik satu simpulan.
7.
Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat
khusus.
8. Dari premis mayor khusus dan premis
minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh silogisme
Kategorial:
·
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn
: Badu adalah mahasiswa
K
: Badu lulusan SLTA
· My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn
: Socrates adalah manusia
K
: Socrates tidak Økekal
·
My : Semua mahasiswa memiliki ijazah
SLTA.
Mn
: Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K
: Amir bukan mahasiswa
b. Silogisme Hipotesis
Yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang
berproposisi konditional hipotesis.
Konditional
hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya
membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga
menolak konsekuen.
Contoh:
· My : Jika tidak ada air, manusia akan
kehausan.
Mn
: Air tidak ada.
K
: Jadi, Manusia akan kehausan.
· My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup
akan mati.
Mn
: Makhluk hidup itu mati.
K
: Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.
c. Silogisme Alternatif
Yaitu
silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi
alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh
:
· My : Nenek Sumi berada di Bandung atau
Bogor.
Mn
: Nenek Sumi berada di Bandung.
K
: Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
· My : Nenek Sumi berada di Bandung atau
Bogor.
Mn
: Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
K
: Jadi, Nenek Sumi berada di Bandung.
d. Entimen
Silogisme
yang dapat diperpendek ini disebut entimen. Entimen silogisme ini jarang
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang
dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Rumus entimen:
C = B karena C = A
Atau
Kesimpulan silogisme karena premis
khusus
Contoh:
Prima harus memiliki
KTP karena ia penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun.
Entimen diatas
diturunkan:
PU: Semua penduduk
Indonesia yang sudah berusia 17 tahun harus memilik KTP.
PK: Prima penduduk
Indonesia yang sudah berusia 17 tahun.
K: Prima harus memiliki
KTP.
Penalaran
Penalaran
Sedangkan menurut Gorys
Keraf dalam bukunya yang berjudul “Argumentasi dan Narasi” Penalaran (proposisi, reasoning, jalan pikiran) adalah suatu
proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau
evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.
Proposisi
Fakta atau data yang
akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Kalimat pernyataan yang
dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.
Proposisi berbentuk
kalimat berita netral. Kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat harapan, dan
kalimat inverse (kalimat yang predikatnya mendahului subjek) tidak disebut
proposisi.Contoh:
1 1.Ayam adalah burung.
2 2.Indonesia menjadi Negara makmur.
Proposisi dapat dibedakan
berdasarkan
a.
Jenis
b.
Criteria
Berdasarkan jenis
dibedakan dengan lingkaran yang disebut lingkaran Euler. Suatu perangkat yang
tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat. Semua S adalah semua P Semua sehat adalah semua
tidak sakit.
S=P
Jenis proposisi
berdasarkan kriteria:
1.
Berdasarkan bentuk : proposisi tunggal
dan proposisi majemuk.
2. Berdasarkan sifatnya : proposisi kategorial
dan proposisi kondisional.
3. Berdasarkan kualitas : proposisi posititif
(afirmatif) dan proposisi negative.
4.
Berdasarkan kuantitas : proposisi umum
(universal) dan proposisi khusus (partikular).
Macam penalaran:
1.
Penalaran deduktif
2.
Penalaran induktif.
Inferensi
Kata inferensi berasal dari kata Latin inferred yang berarti menarik kesimpulan. Atau dengan kata lain,
inferensi adalah suatu proses untuk menghasilkan informasi dari
fakta yang diketahui. Inferensi adalah
konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang
tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dialakukan dalam suatu
modul yang disebut inference engine. Ketika representasi pengetahaun pada
bagian knowledge base telah lengkap,
atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka
representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan.
Implikasi
Kata implikasi berasal dari bahasa Latin, yang
berarti melibat atau merangkum. Artinya akibat, seandainya
dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti
akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.
Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.
Wujud Evidensi
Unsur yang paling penting dalam
suatu tulisan argumentatif adalah evidensi. Pada hakikatnya evidensi
adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas,
dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta
dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang
dikenal dengan pernyataan dan penegasan. Pernyataan tidak
berpengaruh apa-apa pada evidensi, ia hanya sekedar menegaskan apakah suatu
fakta itu benar atau tidak. Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya
terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata.
Cara Menguji Data
Ditujukan supaya data dan informasi
dapat dipergunakan dalam penalaran data dan informasi itu harus merupaka fakta.
Dibawah ini merupak cara untuk pengujian data.
a.
Obervasi
Fakta yang diajukan sebagai evidensi
mungkin belum memuaskan seseorang pengarang atau penulis. Untuk lebih
meyakinkan dirinya sendiri dan sekaligus dapat mengunakan sebaik – baiknya
dalam usaha meyakinkan para pembaca, maka kadang – kadang pengarang merasa
perlu untuk mengadakan peninjauan atau obervasi singkat untuk mengecek data
atau informasi itu.
b.
Kesaksian
Keharusan menguji data dan
informasi, tidak harus selalu dilakuan dengan obervasi. Kadang sangat sulit untuk
mengaharuskan seorang mengadakan obervasi atas obyek yang akan dibicarakan.
c.
Autoritas
Cara ketiga untuk menguji fakta
dalam usaha menyusun evidensi adalah meminta pendapat dari suatu otoritas,
yakin dari pendapat seorang ahli, atau mereka yang menyelidiki fakta dengan
cermat, memperhatikan semua kesaksian,menilai semua fakta kemudian memberikan
pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu.
Cara Menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau
informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan
penelitian, apakah data” atau informasi itu merupakan kenyataan atau hal yang
sunguh – sunguh terjadi.
a. Konsistensi
Dasar pertama yang dipakai untuk
mengatakan fakta mana yang akan dipakai sebagai evidensi adalah konsistenan.
b. Koharensi
Dasar kedua yang bisa dipakai untuk
mungji fakta yang dapat diperguanakan sebagai evidenis adalah masalah koharensi.
Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi harus pula khoren dengan
pengalam manusia, atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku.
Cara Menilai Autoritas
Seorang penulis yang baik dan
obyektif selalu akan menghindari semua desas – desus, atau kesaksian dari
tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan
pendapat saja, atau pendapat yang sunguh – sunguh didasarkan atas penelitian
atau data – data eksperimental. Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat
memeilih beberapa pokok berikut:
a.
Tidak
Mengandung Prasangka
Dasar pertama yang perlu diketahui
oleh penulis adalah bahwa pendapat autoritas sama sekali tidak boleh mengandung
prasangka, pendapat itu disusun oleh beradasarkan penelitian yang dilakukan
oleh ahli itu sendiri, atau berdasarkan pada hasil – hasil eksperimental yang
dilakukannya.
b.
Pengalam
dan Pendidikan Autoritas
Dasar kedua yang harus
diperhitungkan penulis untuk menilai pendapat suatu auoriatas adalah menyangkut
pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan
awal.
c.
Kemashuran
dan Presite
Faktor ketiga yang harus
diperhatikan oleh penulis untuk menilai autoritas adalah meneliti apakah
pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar
bersembunyi dibalik kemasruhan dan prestise pribadi dibidang lain.
d.
Khorensi
dengan Kemajuan
Hal yang keempat yang perlu
diperhatikan penulis argimentasi adalah apakah pendapat yang diberkan autoritas
itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau khoren dengan pendapat
atau sikap terakhir dalam bidang itu.
Penalaran Induktif
Penalaran
induktif adalah penalaran yang bertolak dari penyataan- pernyataan yang khusus
dan menghasilkan simpulan yang umum. Penalaran induktif dilakukan terlebih
dahulu menyebutkan fakta-fakta khusus baru kemudian dilanjutkan dengan
menyebutkan pernyataan umum sebagai kesimpulannya. Secara singkat penalaran
induktif dapat digambarkan sebagai berikut:
Adapun bentuk-bentuk
penalaran Induktif, yaitu:
1. Generalisasi
Yaitu proses penalaran
yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk
mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dengan kata lain, penalaran secara
generalisasi dilakukan dengan mengemukakan hal-hal yang khusus sebagai fakta. Fakta
yang khusus ini hendaknya mencukupi, jangan hanya satu melainkan harus lebih
dari satu agar akurat dan dapat dipercaya. Bertolak dari fakta itu, kita baru
mengambil kesimpulan.
Contoh generalisasi:
·
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika
dipanaskan, tembaga memuai.
Jika
dipanaskan, emas memuai.
Jika
dipanaskan, platina memuai
Jadi,
jika dipanaskan, logam memuai.
· Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika
ada udara, hewan akan hidup.
Jika
ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jadi,
jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
2. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan
membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama. Berdasarkan persamaan
itulah kita menarik sebuah kesimpulan.
Contoh analogi:
·
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina
dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali
adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh
Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
3. Hipotesis
dan Teori
Hipotese (hypo ”di bawah“, tithenai
“menempatkan“) adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara
waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penentu dalam peneliti
fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain secara
lebih lanjut. Sebaliknya teori sebenarnya
merupakan hipotese yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila dibandingkan
dengan hipotese.
4. Hubungan
kausal
Yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang
saling berhubungan. Macam hubungan kausal :
·
Sebab-
akibat.
Hujan
turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
·
Akibat
– Sebab.
Andika
tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
·
Akibat
– Akibat.
Ibu
mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di
rumah basah.
Kamis, 03 Januari 2013
Format Surat Undangan Seminar
Depok, 30 Mei 2011
No. : 001/UKPTI/KA18/UG/10
Perihal : Undangan Rapat
Lampiran : -
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan diselanggarakannya acara seminar nasional yang akan dilaksankan di Univeristas Gunadarma dengan tema “UG One Click”.
Maka dengan ini, kami mengundang seluruh Dosen S-1 Fakultas Ilmu Komputer, guna mengikuti rapat untuk membahas mengenai acara seminar nasional tersebut pada pokok surat undangan, untuk hadir pada acara rapat yang akan dilaksanakan pada:
Hari : Rabu
Tanggal : 30 Mei 2011
Waktu : 09.00 WIB
Tempat : Auditorium Universitas Gunadarma gedung 4 lantai 6, Depok
Mengingat pentingnya acara tersebut, maka kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu hadir tepat pada waktunya.
Demikian surat undangan ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami, Mengetahui,
Heru Budisastra Prof.Dr.E.S Margianti, SE.,MM
(Ketua) (Rektor Universitas Gunadarma)
Langganan:
Postingan (Atom)

